25 November 2015

Cerita Persiapan menjadi pembina upacara untuk pertama kali!

 Teng.. teng.. teng…  lagi cari artikel ya? Jadi Pembina upacara? Pertama kali? Hahaha..
Masalah kita sama mas broo… gak salah mampir dimari…lanjutt deh bacanya…

Cerita pribadi dulu ya…
Dipapan pengumuman giliran ogud sebagai Pembina upacara hari jumat tanggal 11 desember 2015.

Fiiuuhhh…. Baca pengumumannya aja kayak disengat listriikkk 250000 watt, gimana nanti udah diatas mimbar dilihat ratusan pasang mata.. apalagi pas ada kunjungan direksi… jiaahh… mending gak masuk pura-pura sakit dehhh… hahaha.. jangan dulu mas broo.. 

Jika dilihat dari segi usia dan jabatan rasanya kita merasa kurang cocok sebagai Pembina upacara apalagi fungsinya memberikan amanat ke rekan-rekan kerja yang notabene-nya lebih senior dari kita,  tapi positif thinking aja mas brooo, jarang-jarang kita dapat kesempatan kayak gini.. dan kesempatan tu kudu digunain.. tunjukkan ke mereka kita bisa jadi seorang pemimpin yang bisa berkomunikasi. Gak salah mereka milih kita..
 
Pembina upacara… sesuatu yang biasa bagi yang terbiasa berbicara didepan publik, tapi akan menjadi hal yang paling menakutkan bagi orang yang pertama kali melakukannya.Wajar saja memang, karena dalam suatu penelitian.. berbicara didepan publik adalah salah satu hal yang paling ditakuti oleh kebanyakan manusia dimuka bumi ini. 

Nahhh… daripada mikir macem2 mending kita siap-siap dehh… ogud masih punya waktu 2 mingguan lg nih mas broo..

Persiapan mental, materi ataupun skrip pidato..

Ini ada beberapa langkah pembuatan naskah pidato dari web berpendidikan.com
Dalam membuat contoh teks pidato yang baik dan benar, tentunya harus memperhatikan rambu-rambu atau acuan. Berikut ini merupakan struktur teks pidato yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat contoh teks pidato.
Strutur teks pidato
1. Pembukaan
Pembukaan teks pidato berisi:

a. Salam pembuka
Contoh:
Assalammualaikum warahmatullaahi wa barakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.

b. Ucapan penghormatan
Ucapan penghormatan, biasanya dimulai dari penghormatan terhadap seseorang yang dianggap paling penting.

Contoh :
Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru.
Yang saya hormati para tamu undangan,
Yang berbahagia teman-teman kelas IX
Adik-adik kelas VII dan VIII yang saya cintai dan saya banggakan.

c. Ucapan syukur
Ucapan syukur kepada Tuhan atas limpahan rahmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua.

Contoh:
"Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena sampai pada detik ini kita masih diberi nikmat yang tiada tara. Salah satu nikmat itu adalah nikmat sehat dan nikmat sempat sehingga kita semua dapat hadir di sini dalam keadaan sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun."


2. Isi Pidato
Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. Pada bagian ini, paparan dari pembicara menduduki persentase yang paling banyak. Pembicara akan menguraikan secara rinci dan panjang lebar inti materi yang akan disampaikan kepada hadirin. Agar isi pidato dapat dengan mudah ditangkap isinya oleh pendengar, pembicara dapat menggunakan penanda, "pertama.... , " "kedua .....", ketiga ....." dan seterusnya. Penanda-penanda seperti itu juga akan memudahkan penulis dalam menyusun gagasan teks pidato.

3. Penutup Pidato
Penutup pidato yang baik akan menimbulkan rasa simpati dari pendengar. Penutup pidato dapat diisi dengan:
a. Simpulan pendek dari uraian sebelumnya.
b. Permintaan maaf kepada hadirin atas kekhilafan dan kesalahan yang mungkin terjadi, baik disengaja maupun yang tidak disengaja.
c. Salam penutup.
Dalam penutup dapat juga diisi dengan mengutip pendapat atau katakata mutiara dari tokoh-tokoh besar, atau pantun yang sesuai dengan situasi saat itu.

Contoh:
Hadirin yang saya horamati,
Demikianlah sambutan saya, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan ada tutur kata yang salah, saya mohon maaf. Kalau ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang semoga kita berjumpa lagi. Sekian. Terima kasih atas perhatian hadirin.
Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Dari beberapa sumber yang dikumpulkan ogud coba buat naskah sendiri dibawah ini, gimana menurutmu mas broo?? moga kita sukses mas brooo....

Assalamualaikum wr.wb
Semangat pagi.
Yg terhormat Deputi direksi PT.***.
Yg terhormat  General Manager PT.***.
Yg Terhormat Manger Kebun ***,
Yg kami hormati Kabag, Askep, Assisten, Mandor, Kerani, Karyawan & karyawati PT.GBS Serta Satuan pengamanan dari TNI & Polri.


Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat allah swt dipagi jumat yang cerah ini, kita masih diberinya kesempatan & kesehatan untuk mengikuti upacara yang menjadi kewajiban kita setiap minggunya.
Tak lupa sholawat & salam senantiasa kita marilah curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad  SAW, serta para pengikutnya hingga akhir jaman.
Sebelumnya Saya ucapkan terima kasih atas kesempatan, kepercayaan dan amanat yang telah diberikan oleh atasan saya untuk mewakili beliau sebagai Pembina upacara dipagi hari ini.

Pada hari ini, saya akan menyampaikan arti pentingnya sebuah tujuan.
Dalam hidup, Banyak diantara kita yang sudah bekerja dengan sangat keras, namun tidak menghasilkan prestasi apa-apa, tidak ada hasil nyata yang bisa dibanggakan, Ironis memang. Tapi itulah kenyataannya.
Penyebabnya tidak lain karena mereka menjalani hidup tanpa tujuan yang jelas.

Mereka terjebak dalam sebuah rutinitas aktivitas yang telah ada sebelumnya. Hingga akhirnya mereka  hanya mengikuti arus, bekerja dengan keras  tanpa pernah tahu kearah mana mereka akan menuju, dan apa yang akan mereka capai.
Mengapa tujuan itu penting,  Tujuan adalah sasaran akhir dari apa yang kita lakukan.
tujuan mempunyai dua unsur, yang pertama adalah sasaran akhir apa yang kita harapkan dimasa depan dan yang kedua apa yang kita lakukan sekarang untuk mencapai sasaran itu.

Sehebat & Sepintar-pintarnya seseorang tanpa tujuan tidak akan menghasilkan prestasi apa-apa, Seorang lionel messi tidak akan bisa mencetak goal kalau tidak ada gawang.
Lionel mesi menggiring bola, melewati 4 atau 5 pemain untuk mencetak goal. karena untuk parameter pemenang kita melihat berdasarkan dari jumlah goal yg dimasukkan ke gawang.

Sama seperti kegiatan kita bekerja sehari-hari,
Ingatkah rekan2 semua ketika kita pertama kali menginjakkan kaki diperusahaan yg kita cintai ini, apa tujuan anda? Apa motivasi anda.
Banyak hal pastinya, mulai dari menafkahi keluarga, kesempatan jenjang karir, atau bahkan hanya sekedar meningkatkan status social kita dimasyarakat.
Namun pada dasarnya kita bekerja disini, sampai dengan saat ini karena disini adalah pilihan terbaik, jika bukan yang terbaik maka mengapa kita masih ada disini.

Alangkah rugi rasanya, kita memilih disini, menghabiskan banyak waktu dikebun ini, tanpa tujuan yang jelas, tanpa pernah terpikir seperti apa dan bagaimana saya kedepannya.
Orang yang punya tujuan dengan orang yang tidak punya tujuan akan sangat berbeda ketika menghadapi sebuah masalah.
Sebagai contoh pada saat tutup buku, tenaga administrasi menghadapi sebuah masalah, server rusak misalnya.
Bagi orang yang tidak mempunyai tujuan yang jelas, dia hanya menunggu tanpa solusi, stress dengan keadaan, menyalahkan orang lain, tegangan listrik genset turun naiklah, Penanganan IT lambatlah, atau bahkan menyalahkan perusahaan, membeli computer buruk misalnya, dan masalah hanya dijadikan alasan.
Sementara bagi  orang yg punya tujuan, dia akan focus mencari solusi, memilih opsi2 yang bisa menyelesaikan masalah, mulai dari menghubungi IT atau bahkan merental computer ditempat lain, karena dia tahu tujuan, standar prestasi & parameter diposisinya, seorang tenaga administrasi adalah pelaporan data yang  akurat, relevan dan yang pasti tepat waktu, karena akan sangat mempengaruhi proses pembayaran Upah tenaga kerja secara keseluruhan.
Oleh sebab itu marilah kita ingat tujuan kita, kerjakan dengan penuh motivasi dan kemampuan terbaik kita. Sehingga tujuan pekerjaan kita tercapai, tujuan perusahaan tercapai & pastinya akan berpengaruh pada kehidupan kita pada umumnya.
Itu saja yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, mohon maaf apabila ada kata yang menyinggung rekan-rekan semua.
Sebelum saya akhiri, saya punya sebuah kata untuk kita renungkan “kalau kita kerja hanya sekedar kerja, sapi disawah juga kerja, Kalau kita hidup hanya sekedar hidup, monyet tinggal dihutan juga hidup.

Demikian saya sampaikan,
Wassalamuaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Bahaya Mendekati Zina [Artikel Islami]

Jangan Mendekati Zina



"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa': 32).

Membaca, memahami, dan merenungkan ayat ini, kemudian melihat kenyataan dalam hidup masyarakat kita saat ini sungguh akan membuat kita merinding dan malu. Bagaimana tidak? Salah satu dosa besar yang dimurkai Allah telah menjadi hal yang biasa dilakukan sebagian masyarakat kita tanpa malu-malu dan rasa takut. Segala pintu dan sarana pendukung menuju ke arah perbuatan zina tersebar luas dengan sangat leluasa tanpa hambatan yang berarti.



Alat propaganda zina demikian luas jaringan dan jangkauannya, ditambah lagi dengan harga yang murah: mulai dari koran harian, mingguan, tabloid, majalah, tayangan-tayangan televisi, vcd-vcd nista yang berhamburan di pasar-pasar terbuka, yang kesemuanya itu dapat diakses oleh siapa pun juga. Protes-protes dan demonstrasi yang sering terjadi yang menentang hal-hal seperti ini hanya ditanggapi dingin oleh pemerintah beserta aparat berwenang. Mereka lebih sibuk mengurus diri mereka sendiri. Mereka siap menggadaikan moral bangsa ini dengan segepok dolar atau sedikit julukan modern.



Bahkan, iklan-iklan yang menyerukan masyarakat untuk menghindari AIDS pun tidak kalah hebatnya dalam melegalkan perzinaan. Bukannya melarang dan mencegah orang dari zina agar terhindar dari AIDS, malah dengan gayanya secara tidak langsung telah mengatakan silahkan berzina tapi pakailah kondom. Apakah kondom memang dapat mencegah AIDS? Tidak, ada sebagian dokter yang telah meneliti mengatakan bahwa ternyata pori-pori kondom jauh lebih besar dari virus HIV. Hal ini hanya dapat dilihat dengan alat khusus. Hanya satu cara aman dari AIDS, yaitu hindari dan jauhi zina.



Ayat di atas melarang kita untuk mendekati zina. Artinya, segala hal yang merupakan jalan menuju perzinaan harus kita jauhi, apalagi zinanya sendiri, tentunya lebih wajib kita jauhi. Perlu juga kita sadari bahwa segala keterbukaan dan kebebasan yang salah kaprah ini pasti menimbulkan akibat yang tidak ringan pada masyarakat kita. Suatu keburukan akan lebih cepat menular dibanding kebaikan. Sudah sangat banyak terjadi pelecehan seksual terhadap anak-anak, remaja, dan wanita dewasa yang merupakan dampak dari nafsu birahi yang terpancing oleh segala hal-hal yang menggiring orang untuk berzina. Betapa banyak rumah tangga yang hancur berantakan gara-gara zina yang tidak hanya mengorbankan suami istri tetapi juga anak-anak mereka. Korban-korban perkosaan dan pelecehan akan membawa aib seumur hidup, sementara pelakunya hanya dihukum dalam hitungan tahun atau bulan yang ringan.



Banyak sekali keburukan dan kerugian zina, baik secara materi, psikologi, agama, moral, sosial, dan keluarga, serta lain-lainnya. Masalahnya sekarang, apakah kita mau belajar dari peristiwa-peristiwa yang telah lalu untuk menghindari zina? Bukankah Allah telah menghalalkan pernikahan? Bahkan, dihalalkan menikah sampai empat orang istri? Tetapi anehnya kebanyakan masyarakat kita justru memandang jelek terhadap orang yang berpoligami, dan memandang orang yang berzina, melacur, dan sejenisnya biasa-biasa saja seakan-akan hal itu halal-halal saja. Subhaanallah, kita harus segera introspeksi diri dan taubat sebelum Allah menurunkan azab-Nya. Sekarang memang sudah serba terbalik. Yang haram dianggap halal dan yang halal dianggap haram. Na'uudzu billah.

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Cara posting artikel blogspot via hp



Wuuuiihhhhh….. sudah lama sekali rasanya saya tidak ngepost artikel diblog ini, kalau tdk salah terakhir kali 2 tahun yang lalu.. ya, mungkin karena beberapa tahun ini “sibuk” bekerja sambil kuliah, atau karena akses internet dikantor cuma dibatasi untuk email kantor saja? Hahaha…

Alhamdulillah, beberapa bulan lewat tepatnya 29 agustus 2015 aktivitas perkuliahan telah selesai, sedikit banyak mengurangi "kesibukan"..
Wisudaaaa.. dapat gelar SE.. lengkapnya Aryanto, SE…  walaupun ilmunya masih cetek.. tapi do’ain ya semoga nanti bertambah biar bermanfaat bagi nusa, bangsa & agama…
Aamiin...
topiknya kok nyimpang ya...

Well well well… lanjut topic awal.. berhubung kerjaan di kantor lagi “relax” dan bos-bos lagi meeting di perusahaan tetangga..
Yaaa,,,
Daripada bengong2 gak karuan, mending lakuin sesuatu yg berguna atau setidaknya nambah sedikit “ilmu”.. ya gakk browww…
Berhubung internet kantor dipasang Proxy, Jurus terakhir hp jadul ini difungsikan.. dan berhubung ogud lupa cara ngeposting artikel blogspot via hp (padahal gk tau :D :D) tepaksa dehh minta bantu mbah google,
Dan… trereetttt… dari sobat kita di www.fdhly.wordpress.com … semoga bermanfaat…. 8)

Cara Terbaru Posting Artikel Blogspot Lewat Hp
Karena, adanya kebijakan baru yang diterapkan oleh pihak Blogger.com mengenai tampilan dasbor lama, banyak pengguna Blogspot mengeluhkan hal tersebut. Kalau, biasanya kita dapat sedikit leluasa dalam hal mengembangkan blog dari hp menggunakan Opera Mini, kini untuk melalukan hal itu lagi membutuhkan sebuah keahlian khusus. Sebab, dasbor lama Blogspot sekarang sudah tidak dapat digunakan lagi. Bye…. Bye… Bye… :(

ok, kembali ke topik pembahasan. Untuk memposting atau menerbitkan artikel di Blogspot lewat hp, sebenarnya masih tetap bisa dilakukan. Adapun caranya, yaitu:
1.Sign In terlebih dahulu ke Blogger.com
2.Setelah itu, untuk membuat sebuah artikel baru silahkan akses halaman ini: www.blogger.com/blog-this.g
3.Nanti, akan muncul tampilan posting,  Pada bagian Title (masukan judul artikel anda), sedangkan pada bagian kotak dibawahnya Edit HTML (tulis isi artikel anda).
4.Jika sudah selesai menulis artikelnya, silahkan klik Publish Post untuk memposting artikel tersebut.
5.Nanti akan muncul pemberitahuan yang menyatakan bahwa artikel tersebut telah berhasil di terbitkan.
Bagaimana? Cukup mudahkan? Oh, iya… untuk menerbitkan artikel dengan cara ini sebenarnya ada beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kita tidak dapat menambah (memasukan) labelnya. Karena memang, opsi labelnya tidak disediakan pada saat kita membuat sebuah artikel. Tapi, tidak apalah… yang penting bisa menulis, ya kan? Hehehe…

29 Juli 2013

Kelinci sang Pemburu (Cerita-cerita Motivasi)


The Winner and The Looser

Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."

Sang Rubah jantan merasa tertantang, "dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.

Sang Kelinci kembali bersantai, Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. "Sang serigala merasa tertantang, dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"

Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang seekor beruang
besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata: "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. "Sang Beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang
kelinci, sambil melambai "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!!"

Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata " Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."

Nb.
The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara
The Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama:
(MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA)



Cinta Oh Cinta
Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari disekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh. Namun saat kita tidak mengharapkan, cinta hadir tanpa diundang. Kita pun tidak bisa memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang, cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.

Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta. bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta adalah untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan datang pada saat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.

Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat-sahabat kita, dan sesama. Dengan memberikan cinta, maka kita telah 'mengundang' cinta untuk datang. Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta-cinta yang terbang di sekililing kita untuk akhirnya hinggap dan bersemayam di hati kita selamanya.

Open your heart, then it will find its own way..



Apa yang Kau Lihat ?
Pada zaman dahulu hiduplah dua orang jendral perang besar, Cyrus dan Cagular. Cyrus adalah raja Persia yang terkenal. Sedangkan Cagular adalah kepala suku yang terus-menerus melakukan perlawanan terhadap serbuan pasukan Cyrus, yang bertekat menguasai Persia.

Pasukan Cagular mampu merobek-robek kekuatan tentara Persia sehingga membuat berang Cyrus karena ambisinya untuk menguasai perbatasan daerah selatan menjadi gagal. Akhirnya, Cyrus mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya, mengepung daerah kekuasaan Cagular dan berhasil menangkap Cagular beserta keluargnya. Mereka lalu dibawa ke ibu kota kerajaan Persia untuk diadili dan dijatuhi hukuman.

Pada hari pengadilan, Cagular dan istrinya dibawa ke sebuah ruangan pengadilan. Kepala suku itu berdiri menghadapi singgasana, tempat Cyrus duduk dengan perkasanya. Cyrus tampak terkesan dengan Cagular. Ia tentu telah mendengar banyak tentang kegigihan Cagular.

"Apa yang akan kau lakukan bila aku menyelamatkan hidupmu?" tanya sang kaisar.

"Yang mulia," jawab Cagular, "Bila Yang Mulia menyelamatkan hidup hamba,hamba akan kembali pulang dan tunduk patuh pada Yang Mulia sepanjang umur hamba."

"Apa yang akan kau lakukan bila aku menyelamatkan hidup istrimu?" tanya Cyrus lagi.

"Yang mulia, bila Yang Mulia menyelamatkan hidup istri hamba, hamba bersedia mati untuk Yang Mulia," jawab Cagular.

Cyrus amat terkesan dengan jawaban dari Cagular. Lalu ia membebaskan Cagular dan istrinya. Bahkan ia mengangkat Cagular menjadi gubernur yang memerintah di provinsi sebelah selatan.

Pada perjalanan pulang, Cagular dengan penuh antusias bertanya  pada istrinya, "Istriku, tidakkah kau lihat pintu gerbang kerajaan tadi? Tidakkah kau lihat koridor ruang pengadilan tadi? Tidakkah kau lihat kursi singgasana tadi? Itu semuanya terbuat dari emas murni! Gila!"

Istri Cagular terkejut mendengar pertanyaan suaminya, tetapi ia menyatakan, "Aku benar-benar tidak memperhatikan semua itu."

"Oh begitu!" tanya Cagular terheran-heran, " Aneh, lalu apa yang kau lihat tadi?"

Istri Cagular menatap mata suaminya dalam-dalam. Lalu ia berkata, "Aku hanya melihat wajah seorang pria yang mengatakan bahwa ia bersedia mati demi hidupku."

Apakah Anda tahu demi apa Anda mati? Demi kekasih Anda? Rumah? Negara? Keyakinan? Kebebasan? Cinta? Tentukan demi apa Anda bersedia untuk mati,dan Andapun akan menemukan demi apa Anda hidup. Hiduplah demi sesuatu yang Anda bersedia untuk berkorban, bahkan mati pun rela, maka Anda akan hidup dengan penuh. Anda pun akan menemukan bagaimana Anda bisa berbahagia


  
Sepuluh Menit Lebih Lama. 

 Orang-orang hebat sebenarnya hanyalah orang-orang biasa yang memiliki tekad yang luar biasa. Saat orang-orang disekeliling anda menyerah dan mundur, kertakkan gigi anda dan cobalah untuk menggali sedikit lebih dalam. Sukses diraih dan dipertahankan oleh mereka yang terus mencoba. Majulah, dan akuilah; hari ini anda mungkin belum mencapai apa yang anda inginkan, harapkan dan impikan. Salah satu kunci untuk mendapatkan impian anda adalah sebuah tekad untuk tidak pernah menyerah.

Ralph Waldo Emerson berkata, "Seseorang disebut pahlawan bukan karena ia lebih berani dari orang lain, tetapi karena ia berani bertahan sepuluh menit lebih lama." Seorang atlit lari jarak jauh belajar untuk menjadi "terbiasa". Ia akan terus berlari hingga kecapekan, tetapi ia tidak akan berhenti. Pelari biasa akan menyerah. Tetapi, pelari jarak jauh tahu bahwa jika ia dapat menahan kesakitan itu sedikit lebih lama, ia akan menjadi "terbiasa".

Sebelum seseorang mencoba cukup keras dan cukup lama sampai ia menjadi "terbiasa", maka ia tidak akan pernah tahu seberapa besar yang bisa ia capai. Ingatlah, kemampuan itu terdiri dari 95% tekad untuk tetap bertahan.

Hasil CoPas dari berbagai sumber…
:D

19 Februari 2012

Kisah Cinta - Tulang rusuk yang hilang


Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari-harinya.

cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang

…..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”
Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

04 November 2011

Pulau Gemantung: INFO SINGKAT: SITUS BUDAYA PULAU GEMANTUNG DIEKSPO...



Alhamdulillah, beberapa situs peninggalan budaya dan sejarah yang ada di Pulau Gemantung diantaranya Makam Syech (Muyang Tuan) dan Rumah Pangeran Bengkulah termasuk kedalam warisan budaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, informasi lebih lanjut dapat dilihat di web/situs resmi Kabupaten Ogan Komering Ilir.




Kita sebagai masyarakat Pulau Gemantung pastinya boleh berbangga atas apresiasi pemerintah tersebut. Walaupun jika kita cermati lebih dalam, penyajian data pada web/situs tersebut khususnya pada kolom "Budaya" masih sangat sederhana dan kurang begitu menarik serta tidak menampilkan unsur budaya melalui alat bantu/media visualisasi, baik berupa foto ataupun video. Namun dibalik kekurangan yang ada, bagi kita hal tersebut merupakan langkah awal yang baik guna kelangsungan gerakan pelestarian budaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Sebagai respon positif yang lebih lanjut dari masyarakat Pulau Gemantung, tentunya sangat diharapkan agar kita lebih dapat menghargai dan menghormati budaya dan sejarah kita sendiri. Karena jika bukan kita sebagai generasi penerusnya, lalu siapa lagi yang akan melestarikan, mengangkat dan mengembangkan kembali nilai budaya yang ada.


Sumber : http://desapulaugemantung.blogspot.co.id/2010/11/info-singkat-situs-budaya-pulau.html

Pulau Gemantung: PERKEMBANGAN ISLAM DI BUMI SRIWIJAYA

Diambil dari buku Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan sekitarnya oleh Drg. H. Muhammad Syamsu As. terbitan PT. Lentera Basritama 1996 M.

Semoga dengan hadirnya posting ini, semakin menambah wawasan kebangsaan dan keberagamaan kita, sehingga diharapkan tidak hanya sekedar ikut-ikutan didalam berpahaman sebagaimana yang diajarkan sejak kecil dibangku SD.
Kata Pengantar
Sudah sejak lama "diyakini" bahwa Islam masuk ke Indonesia lewat tangan orang-orang Gujarat dari India dan orang Persia. Dijaman penulis masih bersekolah di SD, SMP dan SMA, anggapan umum yang muncul adalah seperti itu. Buku-buku sejarah Indonesia yang menjadi bahan bacaan kala itu, semuanya mendukung teori tersebut, bahwa pembawa Islam ke Indonesia adalah orang Gujarat dan orang Persia.
Pada saat yang sama, kita mengetahui bahwa diberbagai wilayah negeri ini terdapat sebagian penduduk yang berketurunan Arab yang nota-bene beragama Islam.

Darimana mereka ini ?
Tentu saja, berarti dahulu terdapat sejumlah orang Arab yang berhijrah kesini. Dan mereka ini adalah Muslim semua. Lalu, apakah mereka saat itu tidak menyebarkan Islam ? Jika memang tidak, berarti orang Arab yang datang ke Indonesia kala itu hanya bertujuan untuk berdagang. Padahal dalam sejarahnya, bangsa Arab selalu membarengi perjalanan dagangnya dengan aktivitas dakwah. Mungkinkah Indonesia terkecualikan dari kebiasaan ini ? Inilah yang menjadi pertanyaan penulis.
Belakangan umat Islam Indonesia beberapa kali mengadakan seminar tentang masuknya Islam di Indonesia, yaitu di Medan (1963), di Minangkabau (1969), di Riau (1975), di Aceh (1978-1980) dan terakhir di Palembang (1984).
Ternyata, kesimpulan semua seminar tersebut sama, yaitu bahwa Islam masuk di Indonesia secara langsung dari negeri Arab, bukan melalui tangan kedua, dan ini sudah terjadi pada Abad pertama Hijriah.

A. Islam masuk di Sumatera Bagian Selatan
Ahmad Mansur Suryanegara, dalam makalahnya yang berjudul "Masuknya Agama Islam ke Sumatera Selatan" [1] menulis yang dapat penulis simpulkan garis besarnya sebagai berikut :

Berdasarkan pada besarnya pengaruh kekuasaan politik Islam dimasa itu, yaitu :
- Khulafaur Rasyidin 632-661 Masehi
- Dinasti Umayyah 661-750 Masehi
- Dinasti Abbasiyah 750-1268 Masehi
- Dinasti Umayyah di Spanyol 757-1492 Masehi
- Dinasti Fatimah di Mesir 919-1171 Masehi
  1. Penguasaan jalan laut perdagangan oleh bangsa Arab jauh lebih maju dari bangsa Barat. Saat itu bangsa Arab telah menguasai perjalanan laut dari Samudra India yang mereka namakan Samudra Persia kala itu. Sejak pra Islam, maka Teluk Persia dengan pelabuhan Siraf dan Basra sebagai pusat perdagangan antara negara Arab, Persia, Cina dan negara Afrika. Sekitar abad ke-10 Masehi, navigasi perdagangannya sampai ke Korea dan Jepang. Dalam perjalanan perdagangan dengan Cina, Korea, Jepang, ditengah perjalanan di Selat Malaka mengadakan hubungan dagang dengan Zabaj (Sriwijaya).
  2. Seluruh kapal perdagangan yang melewati Selat Malaka singgah untuk mengambil air minum perbekalan lainnya. Beberapa pelabuhan pantai penting artinya bagi pelabuhan perbekalan. Begitulah Sriwijaya menguasai kota-kota pesisir seperti : Lampung, Jambi, Semenanjung Malaka, Tanah Genting Kra, bahkan Srilanka pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-11.
  3. Islam masuk didaerah Sriwijaya dapatlah dipastikan pada abad ke-7. Ini mengingat buku sejarah Cina yang menyebutkan bahwa Dinasti T'ang yang memberitakannya utusan Tache (sebutan untuk orang Arab) ke Kalingga pada tahun 674 Masehi. Karena Sriwijaya sering dikunjungi pedagang Arab dalam jalur pelayaran, maka Islam saat itu merupakan proses awal Islamisasi atau permulaan perkenalan dengan Islam. Apalagi jika di-ingat berita Cina dijaman T'ang tersebut telah ada kampung Arab Muslim di Pantai Barat Sumatera pada tahun 674 Masehi. Seperti halnya di Jawa adanya Makam Islam yang berangka tahun 1082 Masehi, demikian pula di Champa pada tahun 1039 Masehi. Makam-makam ini sudah ada sebelum kekuasaan Islam ada, artinya masih dalam kekuasaan non-Islam kala itu. 
  4. Seperti dikisahkan oleh penulis Arab yaitu Ibnu Rusta (900 M), Sulaiman (850 M) dan Abu Zaid (950 M), maka hubungan dagang antara Khalifah Abbasiyah (750 M - 1268 M) dengan kerajaan Sriwijaya tetap berlangsung.
Khusus untuk kawasan Sumatera Selatan, masuknya Islam selain oleh Bangsa Arab pedagang utusan dari Dinasti Umayyah (661 - 750 M) dan Dinasti Abbasiyah (750 - 1268 M) juga pedagang Sriwijaya sendiri berlayar kenegara-negara Timur Tengah.
Selanjutnya Ahmad Mansur Suryanegara [1] menulis bahwa sebenarnya kalau membicarakan masuknya agama Islam ke Indonesia atau ke Sumatera Selatan dengan sengaja meniadakan peranan bangsa Arab, maka perlu dipertanyakan lebih lanjut hasil interprestasi sejarahnya. Perlu dipertanyakan apakah penulisnya membedakan antara pengertian masuknya Islam dengan telah berkembangnya Islam ?

Drs. M. Dien Majid dalam makalahnya berjudul "Selintas Tentang Keberadaan Islam dibumi Sriwijaya" [2] menulis :
Arya Damar, seorang Adipati kerajaan Majapahit di Palembang, secara sembunyi-sembunyi telah memeluk agama Islam, karena diajari oleh Raden Rachmat (Sunan Ampel) ketika singgah di Palembang dari Champa yang akan meneruskan perjalanannya kekerajaan Majapahit. Kemudian Arya Damar ini yang akhirnya dikenal dengan nama Arya Dillah atau Abdullah, berguru dengan Sunan Ampel di Ampel Denta ketika beliau sudah menetap disini. Dan ketika Arya Damar kembali ke Palembang, ia selalu mengadakan hubungan dengan ulama-ulama Arab yang bermukim di Palembang.

Dr. Taufik Abdullah dalam makalahnya yang berjudul "Beberapa aspek perkembangan Islam di Sumatera Selatan" [3] menulis :
Van Senenhoven pada tahun 1822 Masehi membawa 55 manuskrip Arab dan Melayu yang ditulis sangat indah serta dijilid rapi yang merupakan kepunyaan Sultan Mahmud Badaruddin.
Raden Patah yang menurut tradisi historis adalah anak raja Majapahit, Prabu Brawijaya dengan puteri Cina, dilahirkan dan berguru di Palembang.

Maka setidaknya sejak akhir abad ke-16 Palembang merupakan salah satu "enclave" Islam terpenting atau bahkan Pusat Islam dibagian Selatan Pulau Emas ini. Hal ini bukan saja karena reputasinya sebagai pusat perdagangan yang banyak dikunjungi oleh pedagang Arab Islam pada abad-abad kejayaan Kerajaan Sriwijaya, tetapi juga dibantu oleh kebesaran Malaka yang tidak pernah melepaskan keterikatannya dengan Palembang sebagai tanah asal.

Kejadian ini berarti peng-Islaman Palembang telah lebih lama daripada Minangkabau atau pedalaman Jawa, bahkan jauh lebih dahulu dari Sulawesi Selatan (kerajaan Gowa dan kerajaan Laikang).
Diceritakan dalam buku sejarah "Sulu Mindanau" bahwa seorang Syarif yang bernama Syarif Abubakar yang berasal dari Palembang, telah menyebarkan Islam ke Sulu dan Mindanau, yang kemudian kawin dengan puteri setempat bernama Paramisuri.

Menurut H. Rusdy Cosim B.A. dalam makalahnya yang berjudul "Sejarah Kerajaan Palembang dan Perkembangan Hukum Islam" [4] mengemukakan :
Menukil kisah pelayaran Sulaiman didalam bukunya Akhbar As Sind Wal Hino yang diterjemahkan oleh R. Ramaudot, terbitan London 1733 Masehi, dinyatakan bahwa : "Seribuza (Sriwijaya) telah dikunjungi oleh orang-orang Arab Muslim, bahkan diantara mereka ini disamping mengadakan hubungan dagang juga menyebarkan ajaran Islam kepada penduduk dan malah ada yang akhirnya menetap serta kawin dengan wanita setempat."
Ini memberi keyakinan kepada kita bahwa dengan kutipan diatas bahwa agama Islam telah masuk didaerah Sumatera Selatan pada masa kekuasaan Dapunta Hyang Sriwijaya.

Selanjutnya Rusdi Cosim B.A. juga menulis :
Dimasa Sultan Muhammad Mansur, mencatat nama ulama besar yaitu Sayid Jamaluddin Agung bin Ahmad bin Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad yang lebih terkenal dengan sebutan Tuan Fakih Jalaluddin yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam didaerah Komering Ilir dan Komering Ulu bersama-sama dengan ulama lainnya yaitu Sayid al-Idrus yang sekaligus merupakan nenek moyang masyarakat dusun Adumanis.

Disamping itu ada pula ulama-ulama dijaman Kesultanan, diantaranya :
1. Kyai Haji Kemas Abdul Somad (K.H.K. Abdul Somad Falembani)
2. Kyai Haji Masagus Abdul Hamid bin Masagus Mahmud (Kyai Marogan) dll.
Masuk dan berkembangnya agama Islam dibawa langsung oleh orang Arab Muslim, terutama akibat pertentangan antara kelompok Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah dengan kelompok Alawiyin.
Disamping itu ada juga ulama-ulama dari Iran dan India, tetapi tidak mungkin mengatasi pengaruh Arab, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.

Menurut Salmad Aly didalam makalahnya yang berjudul "Sejarah Kesultanan Palembang" [5] menulis:
Pada waktu Gede Ing Suro mendirikan Kesultanan Palembang, agama Islam telah lama ada dikawasan ini. Islam masuk Palembang kira-kira pada tahun 1440 M., dibawa oleh Raden Rachmat (Sunan Ampel). Pada waktu itu Palembang berada dibawah kepemimpinan Arya Damar dan merupakan bagian dari Kerajaan Majapahit.

Mengenai Raden Rachmat ini, diceritakan oleh Arnold sebagai berikut : "Salah seorang puteri raja Campa, sebuah negara kecil di Kamboja, di Timur Teluk Siam, kawin dengan seorang Arab yang datang ke Campa untuk tugas dakwah Islam. Dari perkawinan ini lahir Raden Rachmat yang diasuh dan dididik oleh ayahnya menjadi seorang Islam sejati."

Selanjutnya, Kyai Gede Ing Suro ini, menurut Faile, adalah turunan Panembahan Palembang dan istrinya asal dari keluarga Sunan Ampel, ia adalah dari garis keturunan Panembahan Parwata, Pangeran Kediri dan Pangeran Surabaya.

Sementara dari sumber-sumber Palembang, diperoleh keterangan bahwa ia adalah putera Sideng Laut, salah seorang turunan Pangeran Surabaya. Dia masih memiliki hubungan silsilah dengan Sayidina Husein, putera dari Ali bin Abu Thalib, sepupu dan menantu langsung dari Nabi Muhammad Saw dari puteri kandung beliau Fatimah az-Zahra.

Salah seorang cucu Sayidina Husein merantau ke Campa, memperistrikan salah seorang puteri Campa yang kemudian melahirkan Maulana Ishaq dan Maulana Ibrahim.

Orang-orang Arab pada masa ini terdaftar sekitar 500 Jiwa yang kebanyakan tinggal ditepi sungai Musi, diantara mereka ada yang mendapat gelar dari Sultan, seperti Pangeran Umar.
Mereka sering membantu Sultan ketika dibutuhkan.

Pada waktu Belanda menyerang Palembang tahun 1821 Masehi (dimasa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II yang akhirnya diasingkan ke Ternate), benteng Sultan dikepulauan Kemaro dan Plaju dipertahankan oleh orang-orang Arab. Hampir semua meriam dikedua benteng ini dipegang oleh orang-orang Arab.

Drs. Barmawie Umary didalam makalahnya "Masuknya Islam didaerah Ogan Komering Ulu dan Komering Ilir" [6] menulis :
Ada tiga orang ulama yang paling berpengaruh didaerah Komering Ulu dan Komering Ilir :
1. Tuan Umar Baginda Saleh/Said Umar Baginda Sari/Raden Amar/Ratu Panembahan.
2. Tuan Tanjung Darus (Idrus) Salam
3. Tuan Dipulau/Said Hamimul Hamiem.

Ketiganya dikenal dengan populer oleh masyarakat sebagai Waliullah pembawa agama Islam. Keturunan seorang putera yaitu Raja Montik berputera Kyai Djaruan berputera Tuan Penghulu I berputera Tuan Ketip Kulipah I berputera Tuan Ketip Kulipah II yang berputera 2 orang; yaitu Tuan Penghulu II dan adiknya adalah Tuan Labai/Kyai Labai Djamal.

Dan yang membantu Tuan Umar Baginda Saleh/Said Umar Baginda Sari dalam menyiarkan Islam didaerah ini adalah Tuan Raja Setan, Tuan Teraja Nyawa, Said Makhdum, Mataro Sungging, Rio Kenten Bakau, Usang Puno Rajo, Usang Pulau Karam, Usang Dukunb dan Kaharuddin Usang Lebih Baru Ketian.
Makam Tuan Umar Baginda Saleh/Said Umar Baginda Sari adalah disebuah pulau diseberang dusun Tanjung Atap dan Pulau ini termasyur dengan sebutan "Pulau Sayid Umar Baginda Sari."
Agama Islam mulai masuk dan disyiarkan didaerah Marga Madang Suku I oleh Tuan Umar Baginda Saleh, yaitu putera tertua dari Sunan Gunung Jati Cirebon (Syarif Hidayatullah), jadi kakak dari Sultan Hasanuddin Banten. Masuk didaerah ini sekitar tahun 1575-1600 M dan yang bertempat tinggal didusun Mandayun, sesudah itu menyiarkan agama Islam didaerah Tanjung Atap Ogan Komering Ilir sampai wafatnya.

Didaerah marga Semendawai Suku III, penyiar agama Islam adalah Tuan Tanjung Idrus Salam atau disebut juga Sayid Ahmad dengan mengambil tempat kedudukan dusun Adumanis. Ulama didaerah Semendawai Suku II dan Suku I sekitar tahun 1600 M adalah Tuan Dipulau atau Sayid Hamimul Hamiem dengan mengambil didusun Negara Sakti

Dimarga Bengkulah, pembawa dan penyiar Islam adalah Moyang Tuan Syarif Ali dan Tuan Murarob yang berasal dari Banten dan dibantu oleh Tuan Tanjung Idrus Salam.

Sumber Literatur :
[1] Ahmad Mansur Suryanegara, Masuknya Agama Islam ke Sumatera Selatan, Majlis Ulama Daerah Tk. I Sumatera Selatan, Palembang 1984.

[2] Drs. M. Dien Majid, Selintas Tentang Keberadaan Islam dibumi Sriwijaya, Majlis Ulama Daerah Tk. I Sumatera Selatan, Palembang 1984.

[3] Dr. Taufik Abdullah, Beberapa aspek perkembangan Islam di Sumatera Selatan, Majlis Ulama Daerah Tk. I Sumatera Selatan, Palembang 1984.

[4] H. Rusdy Cosim B.A, Sejarah Kerajaan Palembang dan Perkembangan Hukum Islam, Sekretariat Panitia Seminar Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan, Palembang 1984.

[5] Salman Aly, Sejarah Kesultanan Palembang, Sekretariat Panitia Seminar Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan, Palembang 1984.

[6] Drs. Barmawie Umary, Masuknya Islam didaerah Ogan Komering Ulu dan Komering Ilir, Sekretariat Panitia Seminar Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan, Palembang 1984

Sumber: http://islamic.xtgem.com/update26juni2008/islamic_studies/lain2_01.htm
Sumber : http://desapulaugemantung.blogspot.co.id/2010/11/perkembangan-islam-di-bumi-sriwijaya.html