27 Juni 2011

Tips menghadapi Tes Bakat Skolastik (TBS)

Sebagian orang menganggap Tes Bakat Skolastik sebagai tes yang sulit dan membingungkan . Namun sesungguhnya, ada beberapa tips yang membantu anda agar sukses menaklukkan TBS ini. Tips tersebut antara lain adalah :
Satu bulan sebelumnya berlatihlah soal-soal TBS sebanyak mungkin. Dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TBS yang ada. Ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda akan terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, maka ketika anda mengerjakan soal TBS yang sebenarnya, maka anda akan mengalami kesulitan pengaturan waktu. Latihan soal-soal TBS sebanyak-banyaknya akan membuat anda akrab dengan berbagai jenis dan model soal. Analisa anda dalam mengerjakan soal-soal tersebut juga akan meningkat seiring dengan banyaknya latihan yang anda kerjakan.

Dalam tes TBS, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TBS, karena hal itu justeru akan membebani anda saja. Yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur. Dengan banyak latihan soal, logika berpikir anda akan terbantu untuk semakin terstruktur sehingga memudahkan anda mengerjakan soal-soal serupa dengan cepat dan benar.


Saat anda mengerjakan soal-soal TBS, kondisikan diri anda dalam keadaan konsentrasi penuh. Tapi rileks. Tidak tegang. Tidak panik. Tegang hanya akan membuat energi otak anda cepat terkuras. Panik membuat anda mengerjakan soal secara ceroboh dan terburu-buru. Sehingga mudah terkecoh oleh jawaban yang sekilas benar.

Jangan memperturutkan rasa penasaran anda terhadap satu soal tertentu. Ini sangat berbahaya. Rasa penasaran terhadap satu soal tertentu (biasanya terjadi pada soal-soal numerik atau angka) membuat waktu anda terkuras untuk mengerjakan soal tersebut. Belum lagi energi anda juga turut berkurang secara signifikan. Ditambah lagi emosi juga akan naik, bila ternyata kemudian anda gagal menemukan jawabannya. Ingatlah bahwa setiap butir soal TBS memiliki bobot nilai yang sama. Sehingga jangan membuang-buang waktu untuk sekedar memperturutkan rasa penasaran anda tersebut.



Soal Tes CPNS adalah sebuah tes standar yang dipakai untuk menyeleksi para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baik untuk CPNS departemen maupun non departemen. Dari tahun ketahun materi Soal CPNS selalu mengalami perubahan, baik dalam jenis, komposisi, maupun prosentase jumlah soal suatu bidang tertentu terhadap keseluruhan soal.
Sebelum tahun 1990 Soal Tes CPNS berbagai departemen dan non departemen, umumnya hanya berisi Tes Kemampuan Umum. Yakni Pancasila, UUD, Sejarah, Pemerintahan (Tata Negara), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Pada perkembangannya, mulai tahun 1998, Soal Tes CPNS mulai menunjukkan perbedaan. Sejak tahun tersebut mulai muncul soal-soal dari jenis Tes Bakat Skolastik. Soal jenis Tes Bakat Skolastik ini terdiri dari Tes Verbal, Tes Numerik, Tes Logika, dan Tes Spasial. Tes Verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata. Tes numerik berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur, logis dan matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita. Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram. Sedangkan tes spasial, berfungsi mengukur daya logika imajinasi ruang (gambar) yang dimiliki seseorang. Tes ini terdiri dari tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar
Dan akhirnya, mulai tahun 2005 sampai dengan sekarang, Soal Tes CPNS baik departemen maupun non departemen, umumnya telah menambahkan jenis soal baru, yakni Tes Skala Kematangan. Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam tes CPNS sesungguhnya adalah sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak ketika dihadapkan pada situasi tertentu. Dalam Ilmu Psikologi, Tes Skala Kematangan merupakan adaptasi dari Maturity Test atau Test of Adultness. Para psikolog yang mengembangkan Maturity Test ini antara lain Dr.Robert Epstein, seorang psikolog Amerika yang meraih gelar PhD bidang Psikologi dari Universitas Harvard pada tahun 1981. Epstein adalah profesor dan peneliti ilmu psikologi, yang mendirikan Cambridge Center for Behavioral Studies di Massachusetts Amerika. Epstein juga merupakan peneliti dan Profesor pada California School of Professional Psychology, sekaligus mengajar di National University, Boston University, the University of Massachusetts at Amherst, the University of California San Diego, and the HAL College of Technology and Design (Japan).
Materi Tes Skala Kematangan yang diujikan dalam Ujian Tes CPNS lebih menekankan aspek-aspek kedewasaan tertentu yang paling dibutuhkan oleh sosok seorang pegawai bangsa (pegawai negeri). Aspek kedewasaan yang sering diujikan dalam Tes Skala Kematangan CPNS tersebut adalah aspek integritas, aspek kejujuran, aspek tanggung-jawab, aspek kemampuan beradaptasi, aspek pengendalian diri, aspek semangat berprestasi, aspek inisiatif, aspek kreatifitas kerja, aspek ketekunan, aspek penghargaan terhadap orang lain, aspek ketegasan, aspek kepercayaan diri, aspek toleransi, aspek kepedulian lingkungan, dan aspek efisiensi kerja.
Berdasarkan perkembangan pola Soal Tes CPNS dari tahun ke tahun dapat dicermati satu hal. Yaitu prosentase jumlah soal Tes Bakat Skolastik dan Tes Skala Kematangan cenderung naik, sementara prosentase jumlah soal Tes Pengetahuan Umum cenderung menurun. Untuk keterangan lebih lengkapnya, silakan klik menu disamping.


TES GAMBAR
Tes Bakat Skolastik Seri Gambar
Tes seri gambar ini mirip dengan seri angka maupun seri huruf. Anda diminta untuk menganalisa gambar apa yang akan menjadi gambar lanjutan dari sederet gambar yang ada
Tes Bakat Skolastik Pengelompokan Gambar
Dalam soal tes pengelompokan gambar ini, anda sebagai peserta tes TBS diminta untuk menemukan satu gambar yang tidak masuk dalam kelompok gambar yang diberikan. Gambar yang tidak masuk kelompoknya tersebut bisa saja karena tidak serupa, tidak identik maupun tidak sepola dengan gambar lainnya. Untuk menjawab soal tes jenis ini anda harus cermat menangkap pola keseluruhan gambar kelompok.
Tes Bakat Skolastik Bayangan Gambar
Soal tes bakat skolastik jenis bayangan gambar sesungguhnya tidak terlalu sulit. Namun, yang menjadi kendala adalah waktu pengerjaan setiap butir soal sangatlah terbatas. Dengan demikian, peserta tes harus mampu menemukan jawaban yang benar dalam waktu sesingkat mungkin. Tes bayangan gambar ini merupakan salah satu jenis tes yang menguji kejelian spasial (daya logika ruang) seorang peserta.

Tes Bakat Skolastik Hubungan Gambar
Dalam tes jenis ini, anda harus mampu menganalisa hubungan pola (pattern) dari gambar-gambar yang diberikan. Hubungan tersebut dapat bersifat hubungan ukuran, hubungan sifat, hubungan arah, hubungan jumlah, hubungan model, maupun sifat hubungan lainnya.
Tes Bakat Skolastik Identifikasi Gambar
Logika spasial (logika ruang) anda akan diuji benar dalam tes jenis ini. Untuk mampu mengerjakan soal tes bakat skolastik identifikasi gambar anda haruslah mampu melakukan imajinasi ruang terhadap struktur pembentuk dari gambar-gambar yang diberikan dalam soal.
TES ANGKA
Tes Bakat Skolastik Aritmatika
Tes aritmatika (tes hitungan) ini sebenarnya adalah tes yang sederhana. Peserta diminta untuk menghitung operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian dari sejumlah angka. Meskipun terlihat sederhana, namun operasi hitungan pada tes TBS ini umumnya menggunakan angka-angka yang panjang dan 'alot' untuk dihitung sehingga memakan banyak waktu jika dikerjakan secara standar. Padahal seperti yang anda ketahui bahwa batas waktu dalam tes TBS sangat cepat.
Contoh Soal
1. (3/4) A = 7 + (3/2) A. Berapakah nilai A ?
-12/7
21/4
-21/4
28/3
-28/3
2. 32/9 : 0,75 =
6/16
3
3,5
16/6
16/5
3. 0,875 : 5/2 =
0,35
0,55
0,53
0,25
2,65
4. 3/8 dari 40% adalah ?
0,15
0,11
16%
15,5%
0,13
Tes Bakat Skolastik Numerik Seri Huruf
Tes seri huruf ini pada prinsipnya adalah sama dengan tes seri angka. Peserta diminta untuk mencari deret urutan huruf selanjutnya dari deretan huruf yang ada. Untuk mendapatkan jawaban, seorang peserta haruslah teliti dan banyak berlatih untuk mempertajam daya analisa dan ketelitiannya.
Contoh Soal
1.Seri huruf: D F I M selanjutnya...
R
Q
P
S
O
2.Suatu seri huruf : X S O L selanjutnya...
K
I
J
H
G


Tes Bakat Skolastik Seri Angka
Untuk mengerjakan tes numerik seri angka ini, peserta harus mampu menganalisa deret urutan paling logis dan konsisten dari angka-angka yang diberikan. Dalam soal ini, terkadang seolah ada dua jawaban yang memungkinkan. Namun demikian, sesungguhnya hanya ada satu pilihan jawaban yang benar.
Contoh Soal
1. Seri angka: 18 16 0 19 17 0 selanjutnya
20 18
22 20
18 20
21 18
23 19
2. Seri angka: 80 60 41 24 10 selanjutnya...
8
6
4
2
0

Tes Bakat Skolastik Angka Dalam Cerita
Untuk dapat mengerjakan soal-soal tes angka dalam cerita dengan baik, anda harus membiasakan diri mengerjakan soal-soal jenis ini sebanyak mungkin. Karena jika anda sudah akrab dengan soal ini, maka anda akan mudah melakukan formulasi perhitungan angka-angka yang terdapat dalam cerita.
Contoh Soal
1. Untuk membaca 4 halaman situs BanyakBeasiswa.com Dini butuh waktu x menit. Maka dalam 9 menit dini mampu membaca berapa halaman ?
9/4x
4x/9
9x/4
9/4
36/x
2. Natsir mendapat nilai 81 untuk IPA . Nilai 89 untuk IPS. Nilai 78 untuk Bhs Indonesia. Dan nilai 86 untuk Matematika. Bila natsir ingin mendapatkan rata-rata nilainya sebesar 84. Maka berapakah nilai yang harus diperoleh untuk pelajaran Bahasa Inggris ?
88
85
86
84
90
3. Bela membeli baju dengan harga terdiskon 15% dari Rp.80.000,-. Setelah itu karena bela sedang berulang tahun, dia mendapat diskon tambahan sebesar 25% dari harga awal setelah dikurangi diskon 15% diatas. Berapakah harga yang harus dibayarkan oleh Bela ke kasir ?
Rp. 48.000,-
Rp. 51.000,-
Rp. 50.000,-
Rp. 55.000,-
Rp. 41.000,-

Tes Bakat Skolastik Logika Angka
Dalam tes logika angka ini, seorang peserta tes TBS harus mampu melakukan penalaran logis terhadap satu atau serangkaian persamaan angka-angka yang ada. Karena soal ini pada prinsipnya menuntut anda untuk mentransformasikan penalaran logis kedalam angka.
Contoh Soal
1. Nilai m = 4 dan n = 4/3 m. Maka yang benar adalah...
m = 4/3 n
m > n
m = n-3
m= 3/4 n
m-n = 0
2. Jika m = p2 + 2. Dan n = 4+ p2. Maka pernyataan yang benar adalah...
n = 2 m
n < m
m - 2 = n - 4
p = m + n
m + n =p2 + 6




TES LOGIKA
Tes Bakat Skolastik Logika Umum

Dalam soal jenis ini, anda diminta untuk melakukan penalaran yang masuk akal (logis) dari pernyatan singkat yang diberikan dalam soal.
Contoh Soal :
1. Sebagian pemain sepak bola mengeluhkan masa depannya setelah pensiun dari bermain bola.
Bambang adalah pemain sepak bola. Dia pasti mengeluh soal masa depannya
Ranti bukanlah pemain sepakbola, jadi dia tak pernah mengeluhkan masa depannya
Kalau ada yang mengeluh soal masa depan, pastilah dia itu pemain sepak bola
Meskipun Budi adalah seorang pemain sepak bola, belum tentu dia mengeluh soal masa depannya.
Masa depan seorang pemain sepakbola memang tak pernah bagus


Tes Bakat Skolastik Analisa Pernyataan dan Kesimpulan (Silogisme)

Dalam soal jenis ini, kita diminta untuk menganalisa apakah suatu pernyataan dan kesimpulan yang diambil dalam sebuah soal itu salah ataukah sudah benar. Contoh dari tes analisa silogisme adalah seperti berikut :
Untuk tes logika silogisme ini, jawablah :
A. Bila benar
B. Bila salah pada pernyataan pertama
C. Bila salah pada pernyataan kedua
D. Bila pernyataan pertama dan kedua salah
E. Bila salah pada kesimpulan
1. Perusahaan mebel X tidak pernah memberi pesangon besar kepada karyawannya yang dipecat
Pak Adi adalah karyawan yang selalu berprestasi diatas rata-rata karyawan lainnya.
Jadi, andaikan pak Adi dipecat tahun depan, pastilah pesangon pak Adi besar.
2. Setiap hari Jum'at seluruh Pabrik tahu di Ambarawa libur dan tidak beraktifitas
Hari ini Pabrik tahu di Ambarawa libur
Jadi, hari ini pasti hari Jum'at
3. Kebodohan dekat dengan kemiskinan
Kemiskinan dekat Kesengsaraan
Jadi, kebodohan dekat dengan kesengsaraan
Tes Bakat Skolastik Logika Dalam Cerita

Dalam soal jenis ini, anda diminta untuk mempelajari suatu cerita singkat dan kemudian melakukan penalaran terhadap setiap pertanyaan yang diberikan berdasarkan informasi dari cerita. Umumnya jawaban dari soal jenis ini tidaklah eksplisit (terlihat langsung dalam cerita). Namun anda harus melakukan penalaran terlebih dulu, untuk kemudian bisa menemukan jawaban yang benar.
Contoh Soal
Ada 7 kotak peti, masing-masing diberi nomor 1 sampai 7. Buah jambu, melon, semangka, jeruk, mangga dan durian akan dimasukkan kedalam peti-peti tersebut dengan aturan sebagai berikut :
Durian harus dimasukkan ke peti nomor 4
Semangka tidak boleh diletakkan tepat disamping melon
Jeruk harus diletakkan disamping mangga
1. Jika melon diletakkan di peti nomor 2, maka manakah yang tidak boleh dilakukan ?
Semangka diletakkan di nomor 3
Jeruk diletakkan di peti nomor 5
Mangga diletakkan di peti nomor 7
Semangka diletakkan di peti nomor 5
Jambu diletakkan di peti nomor 1
2. Jika semangka diletakkan di peti nomor 6, dan buah jambu diletakkan di peti nomor 7, maka peti mana yang kosong ?
Peti nomor 5
Peti nomor 1
Peti nomor 2
Peti nomor 3
Peti nomor 4


Tes Bakat Skolastik Logika Diagram
Dalam soal tes logika diagram ini, anda diminta untuk melakukan penalaran logis berdasarkan diagram yang telah disediakan dalam soal. Soal jenis ini terkadang terlihat mudah, namun bila tidak berhati-hati seorang peserta Tes Bakat Skolastik sering terjebak memilih jawaban yang keliru.

1. Manakah pernyataan yang benar ?
a. Semua A juga C
b. A yang juga B adalah C
c. Sebagian D juga B
d. Semua B juga D
e. Sebagian E juga A
2. Manakah yang pernyataan yang benar ?
a. C adalah B yang bukan A
b. E adalah sebagian dari A yang bukan C
c. E adalah A yang bukan C
d. Sebagian D adalah B
e. Sebagian E adalah C

Tes Bakat Skolastik Simbolisasi
Tes logika simbolisasi ini bertujuan mengukur kejelian anda dalam menganalisa sebuah pengkodean atau simbolisasi satu hal dengan hal lainnya. Dalam tes TBS simbolisasi yang disajikan umumnya adalah dengan menggunakan angka dan gambar.
Contoh Soal
MANJA = OCPLC
RINDU = TKPFW
BILA = ........
DKMC
CJMB
KLUT
REKA
DKNC
TES BAHASA
Tes Potensi Akademik Persamaan Kata (Sinonim)
Soal dari tes persamaan kata ini meminta anda untuk mencari satu kata yang setara atau serupa atau yang paling mendekati maknanya dengan makna kata tertentu yang diminta.
Contoh Soal
1. Dikooptasi
Didekati
Dirumuskan
Dikendalikan
Ditengarai
Diputuskan
2. Harmoni
Nada
Tangga nada
Selaras
Sama
Seimbang
3. Artifisial
Alami
Campuran
Murni
Buatan
Pabrikan

Tes Bakat Skolastik Lawan Kata (Antonim)
Tes Bahasa antonim ini menguji anda untuk menganalisa makna berlawanan dari sebuah kata ilmiah tertentu. Peserta tes bakat skolastik yang kurang jeli terkadang akan terjebak untuk memilih jawaban yang keliru dalam soal jenis ini.
Contoh Soal
1. Keseragaman
Monopoli
Berdua
Tinggi rendah
Disparitas
Uni
2. Harga barang naik
Deflasi
Defaluasi
Infaluasi
Refaluasi
Defisiensi
3. Nomaden
Dinamis
Berpindah
Berpendar
Stagnan
Madani


Tes Bakat Skolastik Padanan Hubungan Kata
Jenis soal dalam tes ini meminta anda untuk mengidentifikasi atau mencari kesetaraan atau padanan hubungan antar kata yang diberikan. Kesetaraan hubungan ini harus anda analisa secara cermat untuk mendapatkan jawaban yang tepat.
Padanan Hubungan 1
1. Agama : Atheis
Sandal : Sakit kaki
Tali : Jatuh
Menikah : Bujang
Antena : Sinyal
Buku : Bodoh
2. Sepeda motor : Bensin
Kuda : Kaki kuda
Pesawat terbang : Avtur
Pedati : Kuda
Hand phone : Listrik
Padanan Hubungan 2
1. Manusia : Tangan Tangan :
Pembuluh darah
Jari
Darah
Kaki
Pundak
2. Elang : Kelinci Ular :
Ikan
Singa
Ulat
Tikus
Gagak


Tes Bakat Skolastik Pengelompokan Kata
Tes Pengelompokan kata ini menguji kemampuan peserta dalam memahami makna suatu kata dan menggolongkannya apakah berada dalam satu kelompok ataukah bukan. Untuk menjawab pertanyaan jenis ini diperlukan kemampuan bahasa dan wawasan umum yang mencukupi.
Contoh Soal
1. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
Tidak dinamis
Fluktuatif
Statis
Diam
Status Quo
2. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?
Jumawa
Angkuh
Congkak
Egaliter
Tinggi hati
3. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ? (tak diperlukan pengetahuan bahasa asing)
RENAISSANTRE
ROCKAROCK
READOM
REALIZATOR
RUINZ

Tidak ada komentar: